Alarm dari Perut Bumi! Gempa Bekasi Dangkal Ungkap Ancaman Sesar

gempa

Gempa dangkal yang mengguncang Bekasi bukan sekadar getaran biasa. Ia menjadi alarm pengingat tentang ancaman nyata dari sesar darat yang aktif dan ‘naik’ tepat di bawah kita.

Sebuah sentakan tajam, singkat, namun cukup untuk membuat jantung berdebar. Rabu (20/8/2025), sebagian warga Bekasi dan sekitarnya merasakan getaran yang tak biasa. Ini bukan gempa raksasa dari dasar samudra yang sering kita dengar. Ini adalah sapaan singkat dari ‘tetangga bawah tanah’ kita yang selama ini mungkin terlupakan: sebuah sesar darat.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dengan cepat mengidentifikasi biang keladinya. Sebuah gempa berkekuatan Magnitudo 4,5 yang berpusat di kedalaman sangat dangkal, hanya 10 kilometer. Pelakunya? Sesar Naik Busur Belakang Jawa Barat (West Java Back Arc Thrust).

Namanya terdengar rumit dan sangat teknis, bukan? Mari kita sederhanakan.

Sesar yang ‘Naik’, Bukan Sekadar Bergeser

Bayangkan dua lempeng karpet raksasa di bawah tanah. Alih-alih hanya bergeser ke samping seperti sesar geser pada umumnya, sesar ‘naik’ ini bekerja dengan cara salah satu lempeng didorong naik ke atas lempeng lainnya. Proses inilah yang melepaskan energi secara tiba-tiba dan menciptakan gempa.

Karena pusat gempanya sangat dekat dengan permukaan, getarannya terasa lebih keras dan mengejutkan, meskipun magnitudonya tergolong sedang. Inilah yang membedakannya dari gempa laut dalam yang getarannya mungkin terasa lebih mengayun dan lama. Guncangan dari Bekasi adalah pengingat bahwa ancaman geologis tidak hanya datang dari lautan, tetapi juga dari daratan yang kita pijak setiap hari.

Sudut Pandang yang Harus Berubah

Selama ini, fokus kewaspadaan kita seringkali tertuju pada ancaman megathrust di selatan Jawa yang berpotensi tsunami. Peristiwa gempa Bekasi ini memaksa kita untuk memutar pandangan 180 derajat. Ada ancaman nyata yang melintang di bawah kota-kota padat penduduk di Jawa Barat.

READ  Perayaan Meriah Ulang Tahun Syifa Hadju ke-25

Sesar Naik Busur Belakang ini bukanlah pemain tunggal. Ia adalah bagian dari sistem sesar aktif yang membentang di utara Jawa Barat. Keberadaannya sudah lama diketahui oleh para ahli geologi, namun getaran seperti kemarin adalah ‘kartu pengenal’ yang paling nyata bagi masyarakat awam. Ia seolah berkata, “Aku ada, dan aku aktif.”

Ini bukan saatnya untuk panik, melainkan untuk sadar. Gempa Bekasi adalah sebuah data penting, sebuah alarm pengingat yang berharga. Ia mendorong kita semua—pemerintah, ilmuwan, dan masyarakat—untuk tidak lagi meremehkan potensi sesar darat. Mitigasi bencana tak bisa lagi hanya fokus pada pesisir. Struktur bangunan di daratan, tata ruang kota, dan edukasi publik tentang cara menghadapi gempa dangkal menjadi agenda yang tak bisa ditawar lagi.

Pada akhirnya, getaran singkat dari perut bumi Bekasi kemarin adalah sebuah pelajaran mahal yang diberikan secara gratis. Pelajaran bahwa di negeri cincin api ini, kewaspadaan harus datang dari segala arah, termasuk dari bawah telapak kaki kita sendiri.

Written by 

SMP NEGERI 1 ANJATAN adalah sekolah menengah pertama negeri yang berdiri di kota indramayu. Sekolah ini telah melewati proses penilaian akreditasi A yang memastikan bahwa lolos standard nasional perguruan tinggi. Selain itu, Terdapat visi & misi untuk mewujudkan pendidikan yang menghasilkan siswa prestasi dan lulusan berkualitas tinggi yang perduli dengan lingkungan hidup.